Anak Orang Kaya Ini Disuruh Tinggal di Kampung, Jadi Orang Miskin, Tapi Siapa Sangka Waktu Dijemput, Dia Telah Mengatakan Sesuatu Yg Membuatkan Ayahnya Terkejut Besar!

Seorang ayah yang kaya raya ingin mengajarkan anak permpuannya tentang “rasa syukur”. Untuk itu, ia pun menghantar anak permpuannya untuk tinggal di kampung untuk sementara waktu dan mencuba bagaimana hidup sebagai orang “miskin”.

Anak Perempuannya tinggal di desa selama 3 hari 3 malam. Sepulangnya dari desa, sang ayah bertanya, “Gimana rasanya hidup di desa? Enak?”

Sang ayah mengira anak permpuannya bakal mengeluh tak enak, tak ada AC, tak ada kereta, dan segala macam, tapi siapa sangka anak permpuannya telah mengatakan….

“Seronok Sangat!”

Sang ayah amat terkejut, “Oh yah? Kalau gitu, bezanya apa antara rumah kita sama rumah di desa?”

Anak Perempuannya tersenyum dan mulai menceritakan kepada ayahnya bagaimana pengalamannya hidup di desa:


“Rumah kita cuma ada 1 ekor kucing, rumah mereka ada 4!”

“Rumah kita ada kolam renang, tapi rumah mereka sungai yang besar, airnya jernih, ada banyak jenis ikan di dalamnya!”

“Kebun rumah kita ada lampu, tapi halaman rumah mereka ada bulan dan bintang, terang sekali!”

“Halaman kita ada pagar yang tinggi, tapi halaman mereka luas sampai tidak bisa kelihatan ujungnya!”

“Kita pesan rantangan, mereka masak sendiri! Udah lama tak makan masakan papa! Sangat indah pa!”

“Kita dengar lagu pop, mereka dengar nyanyian burung, katak dan hewan lainnya. Waktu di sawah sambil kerja sambil denger nyanyiannya, bagus sekali! Aku suka guling-guling di tanah, seronok sangat!”


“Kita masak nasi pakai listrik, mereka pakai kayu, nasinya lebih enak dan lebih wangi daripada yang kita biasa makan!”

“Rumah kita dikelilingi tembok tinggi, rumah mereka selalu terbuka, banyak teman dan saudara yang datang.”

“Kita selalu dikelilingi smartphone, komputer, TV, tapi mereka dikelilingi langit biru, air jernih, rumput hijau, pohon teduh, dan kedekatan keluarga.”

Terakhir, sang anak permpuan berkata, “Terima kasih ayah sudah nunjukin aku begitu banyak kekayaan!”

Sang ayah sangat terkejut, tidak menyangka anak permpuannya bisa mengatakan semua ini. Rupanya yang ia anggap “miskin”, di mata anaknya telah merupakan suatu “kekayaan” yang tidak dimilikinya.

“Kita miskin banget yah, karena kita tidak punya semua itu! Kita tidak dapat menikmati keindahan alam seperti mereka!”

Memiliki uang bukan berati kaya. Kalau dipikir-pikir, orang zaman sekarang sibuk mencari uang, menganggap uang adalah kebahagiaan, tapi kalau dipikir, kekayaan dan kebahagiaan yang sebenarnya adalah bersyukur dan puas terhadap apa yang kita miliki.

Sumber: OHTrending.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *